Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu libur
Beranda » Artikel Terbaru » Sejarah Logo Darkah Ya Tarim wa Ahlaha

Sejarah Logo Darkah Ya Tarim wa Ahlaha

Diposting pada 31 August 2019 oleh saungmuhibbin
*بسم الله الرحمن الرحيم*
*اللهم صل على سيدنا محمد و على ال سيدنا محمد*

*:SEJARAH DAN ARTI LOGO*

*DARKAH YAA AHLAL MADINAH*
*YA TARIM WA AHLAHA*

?Pernah melihat logo ism seperti diatas

Logo ism ini yang sering dijumpai di berbagai majelis-majelis ta’lim/maulid. Ada yang menggunakan logo ini di spanduk, umbul-umbul, bendera, jaket, dll. atau dalam bentuk stiker

Logo apa itu?

Huruf ‘ح’ ditengah dengan ukuran yang cukup besar, kemudian di atasnya bertuliskan “Darkah Ya Ahlal Madinah”, di bawahnya bertuliskan “Ya Tarim Wa Ahlaha”, di samping kanannya bertuliskan lafzhul jalalah yang berbunyi يا فتاح ”Ya Fattah” dan di samping kirinya يا رزاق “Ya Rozzaaq”

Di atas huruf ‘ha’ bertuliskan angka 1030 dan di tengah huruf ‘ha’ bertuliskan angka 110

Mengenai ism seperti itu dan yang semacamnya maka hal itu merupakan tabarruk dan tawassul kepada hal yang mulia

Sedangkan ism di atas sendiri adalah tabarruk dan tawassul kepada al Imam al Habib Abdullah bin al Haddad, seorang wali yang sangat masyhur, cucu Rosululloh ﷺ dari Sayyidina Husain bin Al Imam Amirul Mu’minin Ali bin Abu Tholib, suami Sayyidah Fatimah Az Zahra binti Rosululloh Muhammad ﷺ

Beliau adalah penyusun Ratib al Haddad, Wirdullatif yang banyak diamalkan oleh muslimin di berbagai penjuru dunia, juga Kitab Risalatul Muawanah, Nashoihud Diniyah, dll

“Darkah ya ahlal madinah” maksudnya adalah bertawassul pada shohibul Madinah yaitu Rosul ﷺ.

“Yaa Tarim wa ahlaha” adalah tawassul kepada para shalihin dan lebih dari 10 ribu wali yang dimakamkan di pemakaman Zanbal, Fureidh, dan Bakdar, yang pada pekuburan zanbal itu juga terdapat Ashabul Badr utusan Sayyidina Abubakar Asshiddiq r.a.yang wafat di sana

“110” melambangkan marga Ibn Syeikh Abubakar bin salim (dzuriyyah Rosululloh ﷺ)

“1030” melambangkan marga Al Habsyi (dzuriyyah Rosululloh ﷺ).

Sesuai faham ahlussunnah wal jam’ah, azimat (Ruqyyat) dengan huruf arab merupakan hal yang diperbolehkan, selama itu tidak menduakan Alloh SWT

 
*SEJARAH TULISAN DARKAH*

Siapa sangka jika penyusun dari Lambang Darkah ini berasal dari kota Malang, beliau adalah Al Habib Abu Bakar bin Abdurrahman AlHaddad

Beliau yang lulusan dari Pondok Pesantren Darut Tauhid ini berinisiatif membuat lambang Darkah berawal dari kisah Habib Ali Al Habsyi (Sohibul Maulud, pengarang Simtud Dhurar)

Pada awalnya beliau membuat tanda untuk setiap kiriman dengan memakai angka 110, disebabkan karena saat itu beliau, Habib Ali al-Habsyi (Sohibul Maulid-Seiwun), sering kali mendapatkan kiriman-kiriman dari luar negeri, dan kiriman tersebut seringkali tidak sampai kepada beliau

Kemudian petugas pengirim Surat (Pak Pos) nya diminta untuk membuat tanda, agar setiap ada kiriman barang/surat tidak hilang kirimannya

Kemudian beliau membuat Ha’ disertai dengan huruf 110, 110 itu sendiri merupakan jumlah bobot nilai huruf hijaiyyah yang merangkai kata ‘ALI’ dalam Kitab Aqidatul Awwam pada halaman terakhir ada rumusannya, sedangkan gabungan 110 dan Ha’ itu ada sekitar tahun 1980 an, atas inisiatif dari Habib Ali bin Muhammad Al-Haddad dan Habib Segaf bin Muhammad Ba’ Agil

Adapun penulisan kalimat Darkah Yaa ahlal Madinah adalah inisiatif dari Habib Abu bakar Al-Haddad (Malang Jawa Timur) sendiri, yang diambil dari Qosidah Habib Muhammad bin Idrus, yang banyak berisi tentang tawasul-tawasul dengan Ahlul Madinah (Rosululloh ﷺ beserta keluarganya, sahabatnya)

Termasuk juga kalimat Yaa Tarim Wa Ahlaha, yang merupakan tawassul kepada para sholihin dan lebih dari 10 ribu wali yang dimakamkan di pemakaman Zanbal, Fureidh, dan Akdar, yang pada pekuburan Zanbal itu juga terdapat Ashhabul Badr utusan Sayyidina Abubakar ash-Shiddiq Ra.yang wafat di sana

Kemudian penerapan Lambang Darkah ini pada awalnya dulu bukan berbentuk bulat dan bertuliskan kalimat tawasul tadi, melainkan hanya berupa lambang Ha’ dan huruf 110 dan 1030 saja

Kemudian berkat saran dari paman beliau yang bernama Habib Abdul Qodir bin Husin Al Haddad, maka lambang tersembut ditambah lah dengan wiridannya dari abahnya Habib Husen, yaitu Yaa Fattah Yaa Rozak, dengan niatan supaya dapat fadlilah wiridannya Habib Husen bin Muhammad Alhaddad

Siapa sangka bahwa Logo yang sudah dikenal di seluruh dunia di kalangan habaib maupun muhibbin ini sudah mencapai Negara Malaysia, Singapore, Abu Dabi, Kuwait

Setelah berjalan lama Lambang ini, sempat nyaris hilang, kemudian Lambang / ism yang sering dijumpai di berbagai majelis-majelis ta’lim/maulid. Ada yang menggunakan logo ini di spanduk, umbul-umbul, bendera, jaket, dll. atau dalam bentuk stiker, sampai mobil-mobil di kaca belakangnya ditempel stiker lambang ini

Lambang yang sebenarnya adalah suatu Ajimat (Ruqyat) bukan Logo suatu organisasi tertentu

Kalau di kaji di kitab-kitab, maka lambang ini tidak akan diketemukan dikitab manapun, karena lambang ini ada karena habib Abu bakar bin Abdurrahman al-Haddad (Malang) menyusunya digunakan untuk tafa’ul –an(mengharap berkah).

Adapun hitungan 1030 itu berasal dari hitungan kalimat amanatulloh wa rosuluh wal Abdullah alhaddad, yang ditujukan kepada kepada al-Imam al-Habib Abdullah bin Alwiy al-Haddad (Shohiburrotib), dimana hitungan ism terssebut merupakan inisiatif dari para ulama’ kota Tarim Yaman

*Tulisan ini telah di muat di Majalah Riyadlul Jannah dan dimuat juga di Tabloid Media ummat*

Bagikan informasi tentang Sejarah Logo Darkah Ya Tarim wa Ahlaha kepada teman atau kerabat Anda.

Sejarah Logo Darkah Ya Tarim wa Ahlaha | Saung Muhibbin

Belum ada komentar untuk Sejarah Logo Darkah Ya Tarim wa Ahlaha

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Temukan Kami
Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan